showrecentposts({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630"},"updated":{"$t":"2009-12-08T17:05:53.695+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Pembaruan Agraria"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Monitoring Berita Pembaruan Agraria"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/posts/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default?alt\u003djson-in-script\u0026orderby\u003dpublished"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d26\u0026max-results\u003d25\u0026orderby\u003dpublished"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"200"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-1087275413245190379"},"published":{"$t":"2009-09-22T02:57:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-09-22T02:57:36.514+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Pertanian Masuk Sektor Strategis"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/19/03000481/pertanian.masuk.sektor.strategis\"\u003eSabtu, 19 September 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eJakarta, Kompas\u003c/a\u003e - Pertanian merupakan salah satu sektor sangat strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi. Karena menjadi gantungan hidup lebih dari 100 juta penduduk Indonesia.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut guru besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar, Jumat (18/9) di Bogor, Jawa Barat, selain menyerap lebih dari 44 persen total angkatan kerja, sektor pertanian juga penting dalam penyediaan pangan bangsa.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\"Negara belum bisa dikatakan berdaulat kalau belum berdaulat atas pangan,\" kata Hermanto.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eKarena sifatnya yang strategis, sektor pertanian hendaknya ditangani profesional dan jauh dari kepentingan jangka pendek. Selain sektor pertanian, dalam bidang ekonomi sektor strategis lainnya adalah Departemen Keuangan dan Departemen Perindustrian. Departemen Perindustrian sangat strategis meningkatkan nilai tambah produk.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003ePresiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya mengatakan, selaku kepala pemerintahan yang dipilih rakyat, ia tidak akan memilih tokoh dan orang di kalangan partai politik untuk menempati jabatan penting dan strategis dalam kabinet mendatang (Kompas, 18/9).\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eHarapan agar sektor pertanian ditangani serius juga datang dari Forum Pangan dan Pertanian Indonesia. Forum, antara lain, beranggotakan praktisi perunggasan, peternak sapi-kerbau, pengusaha hortikultura, petani kedelai, ataupun organisasi tani.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut Ketua Perhimpunan Sapi Kerbau Indonesia Teguh Boediyana, kabinet mendatang harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kinerja kelembagaannya maupun perseorangan.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\"Harus ada reevaluasi terkait berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk pertanian dan apa capaiannya,\" katanya. Swasembada sapi, misalnya. Semula ditargetkan 2010, tetapi kini mundur tahun 2014.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSekretaris Jenderal Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola mengatakan, dalam era otonomi sekarang menteri pertanian tidak punya tangan yang bisa menjangkau ke daerah. \"Kalau menterinya tidak profesional, akan lebih parah lagi,\" katanya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKetua Dewan Hortikultura Nasional yang juga Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny A Kusbini menyatakan, Presiden tidak bisa lagi main-main menentukan Menteri Pertanian mendatang. \"Menteri Pertanian harusnya memiliki kredibilitas tinggi, negarawan, dan mampu menjalankan apa yang sudah digariskan pemerintah,\" katanya. (MAS) \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-1087275413245190379?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/1087275413245190379/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d1087275413245190379","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1087275413245190379"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1087275413245190379"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/09/pertanian-masuk-sektor-strategis.html","title":"Pertanian Masuk Sektor Strategis"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-7069218403644755964"},"published":{"$t":"2009-09-08T03:07:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-09-08T03:07:49.674+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"PDIP Tak Mau Bertanggung Jawab atas Kegagalan Panen Petani"},"content":{"type":"html","$t":"Kompas.com, Rabu, 10 September 2008\u003cp\u003eMEDAN, RABU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan selaku pemberi\u003cbr\u003ebenih MSP kepada petani di Kabupaten Serdang Bedagai enggan\u003cbr\u003ebertanggung jawab atas kegagalan panen petani yang menggunakan benih\u003cbr\u003etersebut. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Serdang Bedagai\u003cbr\u003eDolon JP Napitupulu, kegagalan panen petani yang menggunakan benih MSP\u003cbr\u003elebih disebabkan karena persoalan kelangkaan pupuk.\u003cp\u003e\u0026quot;Kami sudah dua kali berunjuk rasa ke kantor bupati dan DPRD Serdang\u003cbr\u003eBedagai, soal kelangkaan pupuk ini. Kalau tidak ada kelangkaan pupuk,\u003cbr\u003emestinya panen petani yang menggunakan benih MSP sesuai yang\u003cbr\u003ediharapkan, \u0026quot; ujar Dolon saat dihubungi di Medan, Rabu (10/9).\u003cp\u003ePetani di Serdang Bedagai sempat tertarik menggunakan benih MSP,\u003cbr\u003ekarena selain dibagikan secara gratis oleh PDIP, petani juga\u003cbr\u003edijanjikan bakal menuai hasil panenan lebih banyak dibanding jika\u003cbr\u003emereka menanam benih yang biasa digunakan seperti Ciherang. Hasil\u003cbr\u003epanen padi dengan benih MSP diklaim bisa mencapai lebih dari 10 ton\u003cbr\u003eperhektar.\u003cp\u003eNamun kenyataannya, hasil maksimal yang didapat petani dengan benih\u003cbr\u003eMSP hanya 5 ton perhektar. Di beberapa desa, malah hasil panennya\u003cbr\u003epaling banyak 3 ton perhektar. Sedangkan, hasil panen petani yang\u003cbr\u003emenggunakan benih Ciherang, rata-rata menc apai 7 ton perhektar.\u003cp\u003eMenurut Dolon, PDIP tak akan mengganti kerugian petani yang telah\u003cbr\u003emenggunakan benih MSP. Selain lebih disebabkan karena persoalan\u003cbr\u003ekelangkaan pupuk, Dolon mengungkapkan, benih MSP sebenarnya\u003cbr\u003ediperuntukan bagi kader PDIP. Benih MSP ini sebenarnya untuk internal\u003cbr\u003ekader partai. \u0026quot;Kalau orang lain tertarik ya silakan menggunakannya, \u0026quot;\u003cbr\u003ekatanya.\u003cp\u003eSaat Kompas menanyakan, mengapa PDIP berani memberikan benih yang\u003cbr\u003ebelum mendapat sertifikat dari Balai Sertifikasi Benih ke petani,\u003cbr\u003eDolon mengatakan, pemberian benih tersebut sebagai bagian dari upaya\u003cbr\u003eagar MPS mendapatkan sertifikasi. \u0026quot;Ini kan masih dalam masa uji coba.\u003cbr\u003eUji coba ini tidak dilakukan hanya di Serdang Bedagai, tetapi berbagai\u003cbr\u003etempat di Indonesia, \u0026quot; katanya.\u003cp\u003eWakil Bupati Serdang Bedagai Sukirman menolak anggapan, kegagalan\u003cbr\u003epanen petani yang menggunakan benih MSP karena persoalan kelangkaan\u003cbr\u003epupuk. Menurut dia, petani Serdang Bedagai lainnya yang menggunakan\u003cbr\u003ebenih bersertifikat seperti Ciherang juga mengalami persoalan serupa.\u003cbr\u003eTetapi hasil panenan mereka tetap normal. Jadi ini (kegagalan panen\u003cbr\u003ebenih MSP) bukan karena kelangkaan pupuk. \u0026quot;Yang nanam pakai Ciherang\u003cbr\u003epun mengalami masalah kelangkaan pupuk,\u0026quot; katanya.\u003cp\u003eSukirman menilai wajar jika partai politik mencoba menarik simpati\u003cbr\u003epemilih dengan membagikan benih secara gratis. Namun menurut dia,\u003cbr\u003epartai politik juga seharusnya tidak asal membagikan benih tanpa\u003cbr\u003esertifikat.\u003cp\u003ePadi adalah komoditas kultur teknis, bukan kultur politis. Tetapi jika\u003cbr\u003eparpol-parpol mau menggunakan padi sebagai titik masuk ke masyarkat,\u003cbr\u003etentu sangat membantu pemerintah. Apalagi tenaga-tenaga penyuluh\u003cbr\u003epertanian dari pemerintah sangat kurang. Sebaiknya parpol\u003cbr\u003emengembangkan penyuluh swadaya dan mendampingi petani dengan varietas\u003cbr\u003eyang sudah resmi dilepas atau benih bersertifikat, katanya.\u003cp\u003eAnggota DPRD Sumut dari Komisi B Abdul Hakim Siagian mengatakan,\u003cbr\u003ekegagalan panen akibat pemberian benih tak bersertifikat merupakan\u003cbr\u003etindak pidana. Pemberi benih bisa dipidana karena dia memberikan benih\u003cbr\u003eyang belum mendapatkan sertifikat resmi. \u0026quot;Apalagi kalau tanaman padi\u003cbr\u003eini langsung berhubungan dengan ketahanan pangan, \u0026quot; katanya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-7069218403644755964?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/7069218403644755964/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d7069218403644755964","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/7069218403644755964"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/7069218403644755964"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/09/pdip-tak-mau-bertanggung-jawab-atas.html","title":"PDIP Tak Mau Bertanggung Jawab atas Kegagalan Panen Petani"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-1527317769616245217"},"published":{"$t":"2009-09-08T03:03:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-09-08T03:03:12.239+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Diterima Wakil Bupati, 1.000 Petani Membubarkan Diri"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://detik.com\"\u003edetik.com\u003c/a\u003e, Sunday, 05 July 2009\u003cp\u003eSekitar 1.000 petani yang berdemo di Kantor Bupati Serdang Bedagai\u003cbr\u003e(Sergai), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (21/9/2006), akhirnya\u003cbr\u003emembubarkan diri setelah Wakil Bupati Sergai Soekirman menyatakan\u003cbr\u003emendukung sikap petani yang menolak impor beras. Namun wakil bupati\u003cbr\u003emenolak menandatangani berkas yang disodorkan petani.\u003cp\u003eBerkas yang disodorkan itu sebenarnya berisikan komitmen pemerintah\u003cbr\u003ekabupaten dalam menolak impor beras masuk ke Indonesia, dan terutama\u003cbr\u003etidak sampai masuk ke Serdang Bedagai. Namun Wakil Bupati Soekirman\u003cbr\u003emenyatakan, tidak dapat menandatangani berkas itu. Alasannnya, karena\u003cbr\u003edalam administrasi pemerintahan ada hal-hal yang harus diikuti. Ada\u003cbr\u003eprosedur tetap.\u003cp\u003e\u0026quot;Tetapi kita mendukung sikap petani, menolak impor beras,\u0026quot; kata\u003cbr\u003eSoekirman yang disambut teriakan kegembiraan massa petani yang datang\u003cbr\u003edari berbagai kecamatan di kabupaten tersebut.\u003cp\u003eSoekirman juga menyatakan dalam perkembangan belakangan ini, pihaknya\u003cbr\u003eterus berupaya melakukan perbaikan dalam bidang pertanian. Misalnya\u003cbr\u003edalam masalah pupuk. Semula kuota untuk Serdang Bedagai berjumlah 13\u003cbr\u003eribu ton, namun setelah diupayakan, akhirnya pemerintah pusat setuju\u003cbr\u003emenaikkan menjadi 16 ribu ton. Perbaikan irigasi juga tengah dilakukan\u003cbr\u003edi beberapa tempat.\u003cp\u003e\u0026quot;Dalam kasus tanah, saat ini juga ada tim yang tengah melakukan\u003cbr\u003epengkajian dan penelitian. Tetapi kebijakan mengenai ini merupakan\u003cbr\u003ewewenang pemerintah pusat,\u0026quot; kata Soekirman.\u003cp\u003eSebelumnya saat berorasi, para petani yang dipimpin Ketua Serikat\u003cbr\u003ePetani Serdang Bedagai (SPSB), yang juga bernama Sukirman, mendesak\u003cbr\u003eagar 11 petani warga Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah, Sergai,\u003cbr\u003eagar dibebaskan dari segala jenis tuntutan hukum.\u003cp\u003eKe-11 petani itu saat ini berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri\u003cbr\u003eTebing Tinggi Deli karena dipersalahkan menggarap lahan PT PP London\u003cbr\u003eSumatera Indonesia Tbk. Petani mengklaim tanah tersebut merupakan\u003cbr\u003elahan mereka yang dirampas secara sepihak sejak tahun 1974.\u003cp\u003ePetani juga meminta segera dibebaskan tujuh orang petani warga Kampung\u003cbr\u003eBantan, Kecamatan Sei Rampah, yang saat ini sudah dipidanakan. Mereka\u003cbr\u003edipersalahkan dalam sengketa lahan dengan PT Soeloeng Laoet, sebuah\u003cbr\u003eperusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki konsesi di Sergai.\u003cbr\u003eDalam kasus ini, petani menyatakan mereka sebagai pemilik lahan yang\u003cbr\u003edirampas sejak tahun 1966.\u003cp\u003eUsai diterima wakil bupati, massa akhirnya membubarkan diri. Mereka\u003cbr\u003ekembali ke Lapangan ke Lapangan Firdaus, Sei Rampah, sekitar 500 meter\u003cbr\u003edari Kantor Bupati Sergai. Termasuk dalam iring-iringan rombongan yang\u003cbr\u003emeninggalkan kantor bupati itu, satu unit truk yang membawa lengkap\u003cbr\u003eperalatan sound system.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-1527317769616245217?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/1527317769616245217/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d1527317769616245217","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1527317769616245217"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1527317769616245217"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/09/diterima-wakil-bupati-1000-petani.html","title":"Diterima Wakil Bupati, 1.000 Petani Membubarkan Diri"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-2505947748100271156"},"published":{"$t":"2009-08-31T16:16:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-31T16:16:40.784+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Pegawai Perhutani Tetap Diproses Hukum"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://regional.kompas.com/read/xml/2009/08/05/21545744/Pegawai.Perhutani.Tetap.Diproses.Hukum..\"\u003eRabu, 5 Agustus 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eCIAMIS, KOMPAS.com\u003c/a\u003e - Kasus penyelewengan penjualan kayu jati oleh tiga orang pegawai Perhutani di Tempat Penimbunan Kayu atau TPK Emplak, Kabupaten Ciamis yang merugikan negara senilai Rp 800 juta tetap diproses secara hukum. Hal ini merupakan bagian dari penegakan disiplin pegawai dan pencitraan Perhutani di mata masyarakat.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKetiga orang tersebut adalah Kepala TPK Emplak Mj, penguji kayu AJ, dan staf input data Cw. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat. Di antara ketiganya Cw belum masih dicari karena melarikan diri.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDemikian ditegaskan Kepala Biro Hukum, Keamanan, dan Humas (Hukamas) Perhutani Unit III Jabar Banten Andrie Suyatman, Rabu (5/8), di kantor Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis. \u0026quot;Tidak benar kalau kasus pemalsuan dokumen penjualan ini kami peti eskan atau ditutup-tutupi. Kasus ini justru terungkap dari mekanisme pengawasan internal dan kami sendiri yang melaporkannya ke polisi. Kami sangat tegas terhadap oknum pegawai kami yang terbukti bersalah,\u0026quot; tuturnya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eAdministratur Perhutani KPH Ciamis Dicky Yuana Rady, menjelaskan, kejadian tersebut terungkap pertengahan 2008 lalu. Ketika dilakukan pemeriksaan stok kayu setiap enam bulan sekali ditemukan adanya ketidasesuaian antara data volume penjualan, pendapatan dari penjualan, dengan kayu yang masih tersedia. Ternyata ketiga oknum pegawai di TPK Emplak telah menambahkan jumlah batang pada pesanan konsumen dan menurunkan kualitas kayu yang dibeli konsumen. Mereka juga memanipulasi data penjualan kayu tersebut. Keuntungan dari perbuatan itu dibagi dan dinikmati pelaku.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSaat ini berkas perkara ini masih ada di Polda Jabar sambil menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat. Setelah hasil audit ada maka sudah bisa dilimpahkan ke penyidik untuk diproses lebih lanjut.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Adapun ketiga pegawai itu sekarang dinonaktifkan. Mj yang merupakan Kepala TPK Emplak pun dicopot dari jabatannya. Apakah akan ada pemutusan hubungan kerja nanti masih menunggu kekuatan hukum tetap. Sambil menunggu itu, ketiga pelaku nonaktif dan terus mengikuti proses hukum yang berjalan,\u0026quot; kata Andrie.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut dia, kasus penyelewengan di TPK ini adalah yang pertama kali di Perhutani Unit III Jabar Banten. Kasus serupa pernah terjadi di KRPH Cibatu, Garut tahun 2008, Sukabumi tahun 2006, dan salah satu KRPH di Banten tahun ini. Kasus penyelewengan pegawai yang selama ini muncul adalah praktik pencurian kayu.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eAndrie mengaku kecolongan dengan terjadinya kasus ini. Peristiwa tersebut akan menjadi koreksi bagi internal Perhutani. Ke depan, pengawasan berjenjang di internal Perhutani akan diperketat. Selain itu, mutasi dan rotas pegawai juga akan terus dilakukan. Ia mengatakan, sebenarnya, mekanisme pengawasan selama ini sudah ketat. Pengelolaan data pun sudah komputerisasi. Namun, dalam hal ini orang yang menginput datanya lah yang salah.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDicky menambahkan, penegakan hukum akan terus dilakukan apalagi saat ini Perhutani KPH Ciamis sedang menempuh sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Salah satu syarat mendapat sertifikat PHL adalah patuh pada hukum.\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-2505947748100271156?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/2505947748100271156/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d2505947748100271156","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2505947748100271156"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2505947748100271156"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/pegawai-perhutani-tetap-diproses-hukum.html","title":"Pegawai Perhutani Tetap Diproses Hukum"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-4494909813616550146"},"published":{"$t":"2009-08-31T16:13:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-31T16:13:58.759+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Tanggung Jawabnya Menjaga Kayu, Eh Malah Mencuri Kayu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://regional.kompas.com/read/xml/2009/08/26/16475316/Tanggung.Jawabnya.Menjaga.Kayu..Eh.Malah.Mencuri.Kayu\"\u003eRabu, 26 Agustus 2009\u003cbr\u003eLaporan wartawan KOMPAS Antony Lee\u003c/a\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eBOYOLALI, KOMPAS.com — Petugas lepas Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Telawa di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Saman (70), tertangkap menebang dan menyimpan 151 batang pohon jati dan mahoni. Polisi menduga, kayu curian itu akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup pelaku.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Pelaku merupakan warga sekitar yang menjadi petugas lepas di Perum Perhutani KPH Telawa. Dia seharusnya bertugas mengamankan pohon-pohon di sana, tetapi justru menebangnya. Tersangka kami amankan Selasa sore,\u0026quot; ujar Kepala Polres Boyolali Ajun Komisaris Besar Agus Suryo Nugroho di Boyolali, Rabu (26/8).\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut Agus, penahanan itu berdasarkan laporan dari petugas Perhutani bahwa ada seorang pengawas lepas yang justru menebangi pohon di kawasan itu. Kayu yang menjadi barang bukti terdiri dari jenis jati dan mahoni. Panjangnya 2 hingga 3 meter dengan diameter 10 hingga 30 sentimeter. Ada pula belasan yang sudah berbentuk balok kayu.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSaat petugas hendak mencari barang bukti dan pelaku, Agus mengaku petugasnya sempat dihalangi oleh warga sekitar. Mereka berpura-pura tidak tahu dan enggan merespons pertanyaan petugas. Namun, hal itu tidak sampai berujung bentrok fisik antara petugas dan warga Dusun Glondong, Desa Bengle, Kecamatan Wonosegoro itu.\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-4494909813616550146?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/4494909813616550146/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d4494909813616550146","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4494909813616550146"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4494909813616550146"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/tanggung-jawabnya-menjaga-kayu-eh-malah.html","title":"Tanggung Jawabnya Menjaga Kayu, Eh Malah Mencuri Kayu"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-4215435416429305468"},"published":{"$t":"2009-08-29T21:27:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:27:55.869+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"LMDH Terima Dana Sharing Profit dari Perhutani"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d89801\"\u003eJum'at, 31 Juli 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBANJAR, (PRLM\u003c/a\u003e).- Puluhan paguyuban yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menerima dana bantuan sharing profit sebesar Rp 608.796.513, yang merupakan bagi hasil dari pengelolaan hasil hutan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAcara penyerahan yang dilaksanakan di obyek wisata Situ Mustika Kota Banjar, Kamis (30/7), tampak meriah, karena selain dihadiri para LMDH dari Banjar dan Ciamis, hadir pula Walikota Banjar, H. Herman Sutrisno, Bupati Ciamis, H. Engkon Komara serta beberapa anggota kepolisian dari sektor tempat LMDH berasal.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalam sambutannya, Administratur KPH Ciamis Ir Dicky Y Radi mengatakan, luas hutan di wilayah KPH Ciamis ini adalah 26.000 Ha dan hampir seluruhnya merupakan hutan produksi. Namun ternyata dalam pengelolaan hutan tersebut tidaklah mudah karena sering kali diwarnai konflik. (A-112/das)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-4215435416429305468?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d89801","title":"LMDH Terima Dana Sharing Profit dari Perhutani"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/4215435416429305468/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d4215435416429305468","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4215435416429305468"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4215435416429305468"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/lmdh-terima-dana-sharing-profit-dari.html","title":"LMDH Terima Dana Sharing Profit dari Perhutani"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-2365992303220593269"},"published":{"$t":"2009-08-29T21:08:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:08:15.526+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Perhutani Desak OHL Lestari"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d78236\"\u003eMinggu, 31 Mei 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eBANDUNG, (PRLM)\u003c/a\u003e.- Sejumlah kalangan intern di Perum Perhutani Unit III mendesak manajemen membuktikan konsistensinya untuk menumpas ulah gangguan pada sejumlah areal kehutanan mereka.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDesakan mereka dilontarkan, menyusul masih adanya dualisme sikap dari kalangan Perum Perhutani Unit III, atas pengamanan hutan di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya, karena sebelumnya ada rencana naskah kesepahaman dengan Serikat Petani Pasundan (SPP) dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eBeberapa sumber di Perum Perhutani Unit III, Sabtu (30/5) mengatakan, banyak unsur Perhutani Unit III masih mempertanyakan keseriusan manajemen untuk tetap menggelar Operasi Hutan Lestari (OHL) \u0026quot;Lodaya\u0026quot;, di mana tahun 2009 dijadwalkan dilakukan di KPH Tasikmalaya. Kendati Kepala Unit III, Bambang Setiabudy sudah menyatakan tak akan melakukan kesepahaman dengan SPP dan tetap akan melanjutkan OHL Lodaya, namun belum ada tanda-tanda perencanaan serius bahkan dikabarkan batal dilakukan.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKPH Tasikmalaya sendiri telah melakukan pertemuan dengan sejumlah aktivis lingkungan dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), di Tasikmalaya, Senin (25/5) berkaitan rencana PHBM, di antaranya membahas keberadaan para anggota SPP. Beberapa sumber di Perhutani Unit III juga berharap, manajemen tetap konsisten melakukan pengamanan hutan serta menghindari melindungi kepentingan pribadi beberapa oknum. (A-81/A-26) ***\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-2365992303220593269?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/2365992303220593269/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d2365992303220593269","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2365992303220593269"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2365992303220593269"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/perhutani-desak-ohl-lestari.html","title":"Perhutani Desak OHL Lestari"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-3064473142972716329"},"published":{"$t":"2009-08-29T21:07:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:07:13.424+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Bupati Menilai Perhutani \u0026 Perkebunan Tidak Beri Kontribusi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d80529\"\u003eKamis, 11 Juni 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eTASIKMALAYA, (PRLM)\u003c/a\u003e.- Keberadaan Perhutani Tasikmalaya dan sejumlah PTP perkebunan yang ada di daerah Kab. Tasikmalaya, dinilai kurang memberikan arti untuk pembangunan di daerahnya. Keberadaan perkebunan dan perhutani juga tidak pernah jelas kapan menanam dan menebangnya, karena tidak pernah ada laporan ke Pemkab Tasikmalaya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Mereka lapor kalau ada pohonnya ada yang ditebang oleh masyarakat. Satu pohon ada yang nebang saja, sudah ribut. Sedangkan, kalau mereka menebang, tidak pernah lapor. Termasuk, berapa dihasilkan oleh perusahaan perkebunan atau perhutani itu, pemkab tidak pernah tahu,\u0026quot; kata Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim, di pendopo Kab. Tasikmalaya, Kamis (11/6), saat membuka seminar tentang pembaharuan agrarian sebagai pondasi pembangunan bangsa.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eHadir kesempatan itu, Direktur Land Reform Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gunawan Sasmita, pengajar dari IPB Dr. Gunawan Wiradi, Sekjen SPP Agustiana dan pejabat lainnya.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eMenurut Bupati Tatang, saat ini sengketa tanah antara perkebunan, atau perhutani dengan masyarakat di Tasikmalaya masih terjadi. Organisasi serikat petani pasundan (SPP) sering dituduh sebagai pelaku perambahan atau penebangan liar. Tapi, ketika bupati keliling menemui anggota SPP, ternyata tidak ada orang yang dianggap menjarah itu, kaya atau hidup berkecukupan.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMakanya, Pemkab Tasikmalaya telah mengirim surat ke Menteri Kehutanan MS Ka'ban agar pemkab diberikan kesempatan untuk mengelola lahan kritis yang tidak tergarap oleh Perhutani Tasikmalaya. Lahan itu, nantinya akan ditangani oleh Pemkab Tasikmalaya, dengan dikerjasamakan kepada masyarakat sekitar hutan. Dengan demikian, warga bisa memanfaatkan secara baik, sehingga kondisi hutan terjaga dan rakyat makmur.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eBupati juga minta Perhutani melakukan kemitraan dengan masyarakat, sehingga ada shaaring hasil kayu dan tumpang sarinya. Jika itu yang dilakukan, maka warga akan menjaga tegakan tanaman dan semua fungsi ekologis, ekonomi dan sosialnya terjaga.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSedangkan, Wakil Adminstratur Perhutani Tasikmalaya Slamet Teguh mengatakan, sejak tahun 2002, Perhutani telah melakukan kemitraan dengan warga sekitar hutan. Dari 129 desa di sekitar kawasan hutan di Kab. Tasikmalaya, sebanyak 98 desa sudah ikut program pengelolaan hutan bersama masyarakat, dengan jumlah anggotanya mencapai 13.784 orang. Diharapkan, jumlah tersebut akan terus bertambah, kalau warga yang melakukan perambahan nantinya ditarik gabung ikut pengelolaan hutan bersama masyarakat. (A-97/das)***\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-3064473142972716329?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/3064473142972716329/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d3064473142972716329","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/3064473142972716329"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/3064473142972716329"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/bupati-menilai-perhutani-perkebunan.html","title":"Bupati Menilai Perhutani \u0026 Perkebunan Tidak Beri Kontribusi"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-3017833876138865206"},"published":{"$t":"2009-08-29T21:06:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:06:07.054+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Petani Tuntut Tanah Garapan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d90577\"\u003eSelasa, 04 Agustus 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eTASIKMALAYA, (PRLM)\u003c/a\u003e.- Ratusan petani penggarap dari daerah Ciandum, Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya, Selasa (4/8) melakukan demonstrasi, ke DPRD Kab. Tasikmalaya. Mereka menuntut tanah perkebunan yang terlantar seluas 383 ha, untuk menjadi hak miliknya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMassa datang dengan menggunakan berbagai angkutan bak terbuka, ke gedung dewan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Di depan gedung DPRD Kab. Tasikmalaya, massa membentangkan spanduk menuntut tanah untuk penggarap. Satu persatu perwakilan penggarapan melakukan orasi.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eTanah yang menjadi tuntutan warga yaitu awalnya merupakan perkebunan koperasi, lalu dijual ke perkebunan PT  Marba. Namun, sejak tahun 1990, perkebunan karet tersebut ditelantarkan, sehingga tanahnya digarap oleh warga. Ratusan keluarga menggarap lahan itu, karena terdesak kebutuhan ekonomi, untuk melepaskan diri dari kemiskinan.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSetelah aksi di halaman gedung dewan, massa diizinkan masuk ke ruangan paripurna. Mereka diterima oleh Ketua DPRD Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan puluhan anggotanya. Hadir Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Tasikmalaya Akur Nurasa, Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) Agustiana, dan K. H. Miftah Fauzi.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut Jaja, perwakilan warga Ciandum, aksi yang dilakukan oleh warganya, untuk meminta legalitas atas lahan itu. Warga sendiri sudah menggarap lahan itu, bertahun-tahun, namun proses kepemilikannya, tidak jelas.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMakannya, dia minta agar Pemkab Tasikmalaya mengalihkan hak guna usaha (HGU) itu, menjadi hak warga, sehingga penggarap merasa tenang. \"Tolong kepada dewan, untuk membantu kami, karena warga benar-benar tak memiliki kekayaan, kecuali garapan itu,\" ujarnya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKepala BPN Akur Nurasa mengatakan, timnya memang sudah tujuh kali turun ke lapangan mengecek keberadaan perkebunan karet itu. Intinya, HGU sudah habis dan kondisinya terlantar.\u003cbr\u003eLahan itu, katanya bisa dialihkan menjadi hak milik warga, asal ada rekomendasi dari Dinas Perkebunan, dan Bupati Tasikmalaya. BPN Tasikmalaya siap untuk membantunya, termasuk dalam urusan sertifikasinya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKetua DPRD Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, dewan akan menurunkan tim untuk meninjau ke lapangan. Jika memang kondisi di lapangan, perkebunan itu sudah terlantar puluhan tahun, maka dewan setuju untuk direform ke penggarap. \"Setelah dewan turun, nanti akan berikan rekomendasi,\" katanya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eJawaban tersebut disambut baik oleh penggarap, dan mereka berharap dewan membantu  menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan Sekjen SPP Agustiana menilai, wajar jika penggarap diberikan hak atas tanah tersebut. Nantinya, pemkab bermitra dengan warga dengan membuat badan usaha desa yang menampung hasil karet. (A-97/A-147)*** \u003cbr\u003e \u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-3017833876138865206?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/3017833876138865206/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d3017833876138865206","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/3017833876138865206"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/3017833876138865206"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/petani-tuntut-tanah-garapan.html","title":"Petani Tuntut Tanah Garapan"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-1337777355714688898"},"published":{"$t":"2009-08-29T21:01:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:01:12.416+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Massa Minta Perhutani Diaudit"},"content":{"type":"html","$t":"                          						 						 						\u003cdiv class\u003d\"tanggalartikel\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d91050\"\u003ePikiran Rakyat, Kamis, 06 Agustus 2009\u003c/a\u003e\u003cbr\u003e\u003c/div\u003e 						 						 							 						 							\u003cdiv id\u003d\"contentartikel\"\u003e 																 								\u003cp\u003eCIAMIS, (PRLM).- Aksi massa Serikat Petani Pasundan (SPP) diwarnai bentrokan dengan polisi dan anggota polisi hutan (Polhut). Peristiwa tersebut berlangsung di depan Kantor Administratur Perhutani KPH Ciamis, Kamis, (6/8). \u003c/p\u003e \u003cp\u003eMassa meminta agar dilakukan audit terhadap Perhutani. Selain itu juga menuntut agar Perhutani dibubarkan, serta penegakkan hukum atas dugaan kasus korupsi di KPH Ciamis. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eKeributan tersebut mengakibatkan kemacetan arus lalulintas di jalur utama Kota Banjar dengan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di wilayah Kelurahan Kertasari, Kabupaten Ciamis. Sekitar 15 menit kemacetan mulai dapat diatasi. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eBentrokan yang lebih parah berhasil diredam setelah puluhan anggota Dalmas Polres Ciamis berhasil menenangkan kedua pihak yakni massa SPP dengan anggota Polhut Perhutani yang sedang siaga di tempat tersebut. Keributan berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eBermula ketika massa aksi yang naik puluhan sepedamotor dan sembilan mobil bak terbuka menuju arah timur melintas di depan kantor Perhutani. Tidak lama berselang, iring-iringan tersebut berbalik arah menuju barat. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eSementara itu puluhan anggota Dalmas berjaga di depan kantor, sedangkan ratusan polhut berada di bekalang pintu gerbang. Beberapa sumber menyebutkan, saat melintas di tempat tersebut, ada yang melempar batu dan kayu ke arah mobil yang mengangkut massa. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eMendapati kejadian itu beberapa massa khususnya yang naik sepedamotor kemudian berhenti. Mereka langsung mencoba merangsek dan menembus barisan pagar betis Dalmas. Bentrokan tidak dapat terelakkan. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eMassa berhasil ditenangkan di diminta melanjutkan perjalanan. Sejumlah aktivis masih mencoba tetap melawan, akhirnya berhasil di jauhkan dari lokasi kejadian. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eSebelumnya, massa yang dari 15 kecamatan yang berjumlah sekitar 700 orang itu menggelar demo di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis. Dalam aksinya massa yang terdiri dari kalangan perempuan bersama dengan anak anak itu, menduduki halaman pendopo. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eDi tempat tersebut mereka menggelar mimbar bebas. Selain membentangkan spanduk yang isinya menuntut agar Perhutani dibubarkan, mereka juga mengibarkan puluhan bendera berlambang SPP. Puluhan anggota polisi juga tampak berjaga di sekitar lokasi aksi. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eSetelah melakukan perdebatan panas, akhirnya perwakilan massa aksi diterima Wakil Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, didampingi Asisten Daerah I, Mahmud dan lainnya. Selain itu juga ada Kepala Adm. Perhutani KPH Ciamis, Dicky Y Rady. \u003c/p\u003e \u003cp\u003eSaaat berlangsungnya dialog, salah seorang pegawai Perhutani yang sedang mengambil foto juga sempat bersitegang dengan salah seorang aktivis. Perwakilan massa juga memaksa agar foto dalam ruangan tersebut dihapus. (A-101/A-26).***\u003c/p\u003e							\u003c/div\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-1337777355714688898?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/1337777355714688898/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d1337777355714688898","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1337777355714688898"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1337777355714688898"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/massa-minta-perhutani-diaudit.html","title":"Massa Minta Perhutani Diaudit"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-6358662629761852529"},"published":{"$t":"2009-08-15T21:35:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:37:12.268+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"perkebunan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"padi"}],"title":{"type":"text","$t":"PT BUMN HL Resmi Berdiri di Bandung"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d92615\"\u003eSabtu, 15 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBANDUNG, (PRLM\u003c/a\u003e).- Sebuah anak perusahaan badan usaha milik negara bidang agroindustri resmi berdiri di Bandung, yang dimodali secara konsorsium oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Perum Perhutani, PT Pupuk Kujang, PT Sang Hyang Seri, dan Perum Jasa Tirta II. Perusahaan patungan tersebut bernama PT BUMN HL (Bakti Usaha Menanam Lestari Hijau), yang bergerak dalam agrobisnis dan agoindustri berbasis pelestarian lingkungan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePendirian PT BUMN HL  dilakukan di Kantor Perum Perhutani Unit III oleh lima direktur utama masing-masing BUMN pemodal, Bagas Angkasa (PTPN VIII), Upik Rosalina Wasrin (Perum Perhutani), Aas Asikin Idat (PT Pupuk Kujang), Edy Budiono (PT Sang Hyang Seri) dan Djendam Gurusinga (Perum Jasa Tirta II), yang dihadiri Deputi Meneg BUMN Bidang Agroindustri dan Percetakan, Agus Pakpakan, di hadapan notaris. PT BUMN HL  dimodali total Rp 10 miliar, di mana masing-masing BUMN menyetor modal Rp 2 miliar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePejabat yang ditunjuk untuk mengelola PT BUMN HL adalah Z. Pohan (direktur utama), dan Ade Suryanti (komisaris utama). Saat ini penunjukan personel PT BUMN HL  masih dalam tahap rintisan, namun operasional saat ini sudah dilakukan, misalnya pembibitan. (A-81/A-147)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-6358662629761852529?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d92615","title":"PT BUMN HL Resmi Berdiri di Bandung"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/6358662629761852529/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d6358662629761852529","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/6358662629761852529"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/6358662629761852529"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/pt-bumn-hl-resmi-berdiri-di-bandung.html","title":"PT BUMN HL Resmi Berdiri di Bandung"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-8006384043188285928"},"published":{"$t":"2009-08-12T21:34:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:35:19.530+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Pasokan Air Lancar, Petani Gunung Halu Tanam Padi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d92231\"\u003eRabu, 12 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBANDUNG, (PRLM\u003c/a\u003e).- Kendati saat ini sudah sebulan memasuki musim kemarau, namun sejumlah petani padi di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung kembali melakukan persiapan penanaman padi. Ini disebabkan, lahan-lahan sawah para petani di kecamatan tersebut, umumnya tetap terjamin pasokan airnya yang selalu tersedia dari kawasan perkebunan dan kehutanan yang ada.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBeberapa petani yang sedang mengolah sawahnya di Kec. Gunung Halu, Rabu (12/8), selalu menunjuk ke arah kawasan perkebunan teh PTPN VIII Kebun Montaya dan kawasan kehutanan Perum Perhutani Unit III, sebagai jaminan kelancaran pasokan air bagi lahan-lahan sawah mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelama kawasan perkebunan dan kehutanan di sana tetap terjaga, sejauh ini para petani selalu memperoleh manfaat dari cadangan air yang selalu tersedia dari waktu ke waktu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMenurut para petani, karena lancarnya pasokan air dari perkebunan dan kehutanan, lahan-lahan sawah mereka selalu dapat ditanam sebanyak 3 kali dalam setahun. Apalagi jika sedang panen pada musim kemarau, banyak petani mampu menyimpan cadangan berasnya untuk kebutuhan sendiri, sedangkan sisanya dijual. (A-81/das)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-8006384043188285928?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d92231","title":"Pasokan Air Lancar, Petani Gunung Halu Tanam Padi"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/8006384043188285928/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d8006384043188285928","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/8006384043188285928"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/8006384043188285928"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/pasokan-air-lancar-petani-gunung-halu.html","title":"Pasokan Air Lancar, Petani Gunung Halu Tanam Padi"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-6000761652939086847"},"published":{"$t":"2009-08-11T21:32:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:33:23.953+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Perhutani Jateng Rugi Rp 3 Miliar"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d91913\"\u003eSelasa, 11 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePURWOKERTO,(PRLM\u003c/a\u003e).-Kerugian Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah (Jateng) akibat gangguan keamanan hutan yang disebabkan pembalakan liar, pencurian, dan sebagainya, sejak Januari-Juli 2009 mencapai Rp 3 miliar atau menurun 30 persen dari tahun sebelumnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e''Kerugian akibat gangguan keamanan hutan di Perum Perhutani Unit I Jateng tahun ini menurun sekitar 30 % seterara Rp 3 miliar,\" jelas Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Ir. Heru Siswanto usai penandatanganan MoU kemitraan kewirausahaan dengan Rektor Unsoed Prof. Dr. Soedjarwo, Senin (10/8).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKerugian yang disebabkan pembalakan liar dan dibandingkan periode yang sama tahun 2008 mencapai sekitar Rp 5 miliar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMengenai jumlah jumlah tunggak yang hilang akibat illegal logging dia tak hafal datanya. Tapi dilihat dari jumlah laporan polisi, tahun 2009 tunggakan perkara kasus illegal logging lebih sedikit dibandingkan tahun 2008.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e''Ini menunjukkan dari tahun ke tahun jumlah gangguan keamanan di kawasan hutan Perhutani makin berkurang,\" tambah Haru.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePencapaian itu menunjukkan koordinasi antara jajaran Polri dan Perhutani di Jateng sudah bagus. Kerja sama dua institusi antara Perhutani Unit I Jateng dengan Polda Jateng yang sekarang berjalan lama setiap tahun dilakukan evaluasi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBentuknya kerja sama berupa tindakan pre-emtif, preventif maupuan represif. Kegiatan operasi untuk mengatasi pembalakan liar dengan patroli dan operasi rutin misalnya dilakukan baik di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan, seperti, di jalan atau tempat-tempat penggergajian kayu dan industri berbasis kayu. (A-99/A-50)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-6000761652939086847?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/6000761652939086847/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d6000761652939086847","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/6000761652939086847"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/6000761652939086847"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/perhutani-jateng-rugi-rp-3-miliar.html","title":"Perhutani Jateng Rugi Rp 3 Miliar"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-4749149642147954930"},"published":{"$t":"2009-08-10T21:31:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:32:04.232+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Perhutani Larang Rayakan HUT RI di Lima Gunung"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d91717\"\u003eSenin, 10 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePURWOKERTO, (PRLM)\u003c/a\u003e.-Perhutani Unit  I Jawa Tengah (Jateng) melarang pendaki merayakan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 di puncak gunung, Menghindari kebakaran lima  gunung di Jateng  yaitu, Gunung Slamet, Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi ditutup bagi para pendaki\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMusim kemarau yang  lebih panjang pengaruh dari El Nino, menyebabkan gunung menjadi rawan kebakaran. Sehingga untuk sementara Perum Perhutani Unit I Jateng menutup pendakian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKepala Perhutani Unit I Jateng Heru Siswanto mengatakan,  kita sudah menginstruksikan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) untuk menutup sementara kegiatan pendakian  di lima gunung .\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e“Pada kemarau semua gunung rawan terjadi kebakaran, kegiatan manusia di gunung salama ini menjadi pemicu terjadinya kebakaran,\" kata Heru usai menandatangai kerja sama tri partit antara Perhutani Unit I, Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) dan masyarakat sekitar hutan\u003cbr /\u003eyang tergabung dalam lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Unsoed Senin (10/8). (A-99/kur)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-4749149642147954930?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d91717","title":"Perhutani Larang Rayakan HUT RI di Lima Gunung"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/4749149642147954930/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d4749149642147954930","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4749149642147954930"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4749149642147954930"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/perhutani-larang-rayakan-hut-ri-di-lima.html","title":"Perhutani Larang Rayakan HUT RI di Lima Gunung"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-4379481833984821371"},"published":{"$t":"2009-08-10T21:29:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:30:47.560+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Kegiatan Patroli Hutan Ditingkatkan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d91698\"\u003eSenin, 10 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSUMEDANG, (PRLM\u003c/a\u003e).- Selama musim kemarau ini para Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) dan Kepala Resort Polisi Hutan (RPH) di wilayah kerja Perum Perhutani KPH Sumedang, diminta Administratur (adm) Kepala KPH Sumedang agar tidak meninggalkan wilayah kerjanya masing-masing.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAdm/Kepala KPH Sumedang Bambang Catur Wahyudi, didampingi Kepala Bagian Humas dan Agraria KPH Sumedang Suryana menyebutkan, hal itu ditekankan kepada para KBKPH dan KRPH sebagai salah satu upaya untuk mencegah terulangnya kembali kebakaran hutan Perhutani seperti yang selama ini sering terjadi pada musim kemarau.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Kalaupun ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga Kepala BKPH (asper) dan KRPH harus meninggalkan dulu wilayah kerjanya, sebelumnya asper atau KRPH yang  bersangkutan harus melapor dulu ke KPH,\" ujar Suryana.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, para KBKPH dan KRPH juga diminta agar selama musim kemarau lebih meningkatkan lagi kegiatan patroli hutan di wilayah kerjanya masing-masing. Terutama ke kawasan-kawasan hutan yang dinilai rawan terbakar pada musim kemarau. \"Kalau di wilayah kerjanya terjadi kebakaran, seperti yang terjadi di BKPH Ujungjaya kemarin, segera tangani serta laporkan ke KPH,\" ujar Suryana.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eUntuk mengantisipasi dan penanganan kebakaran hutan pada musim kemarau ini, KPH Sumedang juga telah menyiapkan sebuah mobil dan regu pemadam kebakaran (damkar). Mobil damkar yang kini disiagakan KPH Sumedang, berupa mobil patroli polhutan berupa mobil bak terbuka dilengkapi tangki torn air kapasitas 1000 leter, plus mesin dan selang penyemprot air.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSementara regu damkarnya sendiri, adalah para anggota Polhutan KPH Sumedang. Namun, daya jelajah mobil serta daya jangkau dan kapasitas air yang dibawanya masih sangat terbatas. (A-91/A-147)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-4379481833984821371?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d91698","title":"Kegiatan Patroli Hutan Ditingkatkan"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/4379481833984821371/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d4379481833984821371","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4379481833984821371"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4379481833984821371"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/kegiatan-patroli-hutan-ditingkatkan.html","title":"Kegiatan Patroli Hutan Ditingkatkan"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-8573534430428322113"},"published":{"$t":"2009-08-06T21:28:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:29:38.452+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Dicky Dukung Audit Independen"},"content":{"type":"html","$t":"Kamis, 06 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCIAMIS, (PRLM).- Kepala Adm. Perhutani KPH Ciamis, Dicky Y. Rady mendukung langkah audit oleh auditor independen. Hal itu diungkapkanya menghadapi aksi massa Serikat Petani Pasundan (SPP), Kamis.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eSeperti diketahui, massa minta agar dilakukan audit terhadap Perhutani. Selain itu juga menuntut agar Perhutani dibubarkan, serta penegakkan hukum atas dugaan kasus korupsi di KPH Ciamis.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eSelain itu Dicky juga mengungkapkan adanya kasus penggelapan kayu yang terjadi di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Emplak di Kec. Kalipucang.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003ePihaknya juga telah menonaktifkan tiga karyawan perhutani yang terlibat dalam kasus tersebut, yakni MJ (53), saat itu sebagai Kepala TPK Emplak, AJ (35) petugas penguji kayu. Keduanya sudah ditahan oleh Polda Jabar. Selain itu juga masih ada seorang yang dicari, yakni petugas entry data, Ca (34).\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003e’’Jadi tidak benar tuduhan kami menghentikan kasus tersebut. Saat ini masih ditangani oleh Polda. Soal audit, kami juga sangat setuju. Bahkan saat ini masih diaudit BPKP,’’ tuturnya didampingi Humas Perhutani Jabar, Ronald Suitella.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eBerkenaan dengan tuduhan mengorbankan masyarakat sekitar hutan, dengan tegas dia menampiknya. ’’Mungkin mereka salah menafsirkan, yang ada adalah justru kami berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Misalnya dengan pemberian bagi hasil hutan, dan lainnya,’’ katanya.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eSebelumnya, Kabiro Hukum Keamanan dan Humas (Hukamas) Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Andrie Suyatman, mengungkapkan dalam kasus penggelapan kayu, Perhutani mengalami kerugian sekitar Rp. 1 miliar.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eModus penggelapan itu dengan menambah kayu yang akan di angkut ke luar dari TPK. Misalnya yang terjual 4 meter kubik, ternyata yang dinaikkan 5 meter kubik. Kasus tersebut terbongkar saat dilakukan evaluasi stok opname kayu. ’’Atas temuan tersebut, kami melaporkan kepada pihak yang berwajib. Sampai saat ini kasus tersebut masih ditangani Polda Jabar,’’ tuturnya. (A-101/A-26).***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-8573534430428322113?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d91067","title":"Dicky Dukung Audit Independen"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/8573534430428322113/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d8573534430428322113","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/8573534430428322113"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/8573534430428322113"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/dicky-dukung-audit-independen.html","title":"Dicky Dukung Audit Independen"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-947185528767575439"},"published":{"$t":"2009-08-05T21:22:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:23:58.285+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Perhutani Bantah Petieskan Kasus Jati Ilegal"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d90869\"\u003eRabu, 05 Agustus 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCIAMIS,(PRLM\u003c/a\u003e).- Perhutani unit III Jawa Barat membantah telah memetieskan kasus penggelapan kayu jati yang nilainya sekitar Rp 1 Miliar di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Kecamatan Kalipucang, Kab. Ciamis. Sebaliknya sepenuhnya mendukung langkah Polda Jabar untuk mengusut tuntas kasus tersebut.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e’’Tidak benar kalau ada yang menuduh kami memeti eskan kasus tersebut. Justru kami sepenuhnya mendukung langkah pengusutan kasus itu. Kami juga mengakui ada oknum Perhutani yang terlibat, dan sudah dinonaktifkan,’’ ungkap Kabiro Hukum Keamanan dan Humas (Hukamas) Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Andrie Suyatman, Rabu (5/8) di Kantor Administratur Perhutani Ciamis.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDidampingi Humas Perhutani Ronald Suitella dan Administratur Perhutani Ciamis, Dicy Y Randy, lebih lanjut diungkapkan kasus tersebut sudah berlangsung mulai pertengahan tahun 2008, namun baru terbongkar beberapa waktu lalu. Terbongkarnya penggelapan tersebut saat dilakukan evaluasi stok opname kayu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalam kasus tersebut, dua orang sudah di tahan, yakni MJ(53), saat itu sebagai Kepala TPK Emplak, AJ (35) petugas penguji kayu. Selain itu juga masih ada seorang yang dicari, yakni Ca (34) petugas pemasukkan data.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e’’Soal tuduhan tersangka berada di luar tahanan, karena masa penahanannya sudah habis. Dan menyangkut soal kerugian, juga masih menunggu hasil perhitungan BPKP Jabar. Kalau menelaah kasusnya, memang tidak mungkin dilakukan sendiri, termasuk kemungkinan ada kerjasama dengan beberapa pembeli,’’ katanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAndrie juga mengatakan modus penggelapan itu dengan menambah kayu yang akan di angkut ke luar dari TPK. Misalnya yang terjual 4 meter kubik, ternyata yang dinaikkan 5 meter kubik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e’’Ketika dilakukan evaluasi stok opname kayu, ternyata ada ketimpangan jumlah kayu dengan lainnya. Jadi kami ikut aktif mengungkap. Termasuk ikut mencari Ca sampai ke Kabupaten Cilacap,’’ ungkapnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRonal Suitella mengaku merasa kecolongan dengan adanya kasus tersebut. Kasus tersebut juga dikatakan sebagai kasus pertama yang terjadi di TPK. ’’Kejadian tersebut juga menjadi bahan koreksi internal bagi kami,’’ tuturnya. (A-101/A-50)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-947185528767575439?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d90869","title":"Perhutani Bantah Petieskan Kasus Jati Ilegal"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/947185528767575439/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d947185528767575439","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/947185528767575439"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/947185528767575439"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/08/perhutani-bantah-petieskan-kasus-jati.html","title":"Perhutani Bantah Petieskan Kasus Jati Ilegal"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-259431411455752469"},"published":{"$t":"2009-07-30T21:26:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:27:00.538+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Ribuan Hektare Hutan di Jabar Dirambah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d89659\"\u003eKamis, 30 Juli 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCIREBON, (PRLM\u003c/a\u003e).-Ribuan hektare areal hutan di Jawa Barat telah menjadi sasaran perambahan. Terparah terjadi di wilayah Priangan Selatan meliputi Kab.Ciamis, Tasikmalaya dan Garut.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain perambahan, pencurian kayu jati juga terhitung tinggi. Dalam setahun belakangan, dari Operasi hutan Lestari (OHL) yang digelar, sedikitnya telah mengamankan 1.000 meter kubik kayu jati curian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKepala Biro Hukum dan Keamanan Perhutani Unit III Jawa Barat-Banten, Ir. H. Andrie Suyatman mengungkapkan hal tersebut di Kota Cirebon, Kamis (30/7). Andrie ke Cirebon untuk menghadiri acara Monitoring/Evaluasi dan Pembinaan Teknis Kepolisian yang digelar KPH Perhutani Indramayu. Acara tersebut bekerjasama dengan dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHadir Kepala Bagian Pembinaan Kepolisian Khusus Mabes Polri, Kombes Drs. Viktor Simanjuntak dan Kepala Bagian Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil, Kombes Drs. Ahmad zaenal, S.H dan wakil dari Polda Jabar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Hasil pendataan terakhir, ada sedikitnya 8.000 hektare hutan yang dirambah masyarakat. Kasus terparah terjadi di Priangan Selatan,\" tutur Andrie.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePencurian kayu, juga masih relatif tinggi. Dalam OHL yang dilakukan bersama kepolisian, berhasil mengamankan 1.000 meter kubik kayu jati curian dari seluruh daerah di Jawa Barat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Memang ada penurunan, tapi masih relatif tinggi. Karena itu, kita terus mempererat koordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan hutan,\" tutur Andrie didampingi Administratur Perhutani Indramayu, Ir. Oman Suherman, S.F. (A-93/kur)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-259431411455752469?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d89659","title":"Ribuan Hektare Hutan di Jabar Dirambah"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/259431411455752469/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d259431411455752469","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/259431411455752469"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/259431411455752469"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/07/ribuan-hektare-hutan-di-jabar-dirambah.html","title":"Ribuan Hektare Hutan di Jabar Dirambah"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-1468448619333640352"},"published":{"$t":"2009-07-30T21:24:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-08-29T21:25:37.927+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perhutani"}],"title":{"type":"text","$t":"Lahan Perhutani Banyak Dijarah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026amp;id\u003d89632\"\u003eKamis, 30 Juli 2009\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePURWAKARTA, (PRLM)\u003c/a\u003e.- Sebanyak 7.100 ha dari 11.250 ha lahan hutan milik Perhutani yang berada di kawasan hutan negara di Telukjambe Karawang selama empat tahun  belakangan ini dirambah oleh 2.192 orang. Saat ini Perhutani tengah mengupayakan lahan tersebut bisa dikelola lagi.  Adanya bagian lahan Perhutani yang \"lepas\" itu merupakan buntut dari lahirnya SK Menhut dan Perkebunan nomor 831/KPTS-II/1999 tentang penunujukan kawasan hutan negara itu sebagai hutan pendidikan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\"Sejak lahirnya Keputusan Menhut dan Perkebunan nomor 831/KPTS-II/1999 yang mengubah hutan produksi dan lindung seluas 11.230 ha di Telukjambe menyebabkan terjadinya penjarahan atau penguasaan kawasan hutan negara menjadi miliki perorangan dan kelompok. Namun tahun 2004 keputusan itu diubah kembali menjadi bentuk semula yaitu kawasan hutan negara dan sejak itu Perhutani berupaya mengembalikan tanah yang dikuasai perorangan tersebut tapi belum membuahkan hasil,\" kata Ronald G Suitela, Kepala Seksi Humas Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMenurut dia, berbagai upaya telah dilakukan Perum Perhutani untuk mengembalikan lahan yang dikuasi perorangan atau kelompok tersebut, salah satunya memperkarakan seorang penguasa lahan milik Perhutani yaitu Prof. Dr. Ir. Jhon W. Limbong karena telah merusak tanaman milik Perhutani pada tahun 2008 lalu. \"Pengadilan Negeri Karawang telah memvonis bersalah terhadap Dr. Ir. Jhon W. Limbong karena telah merusak tanaman milik Perhutani,\" kata Ronald.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDiakuinya, pihak Perhutani mengalami kesulitan untuk mengambil alih kembali lahan yang dikuasai perorangan dan kelompok yang ada di Telukjambe, Karawang itu. Sebab, para penggarap atau pihak yang menguasai lahan milik Perhutani itu memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN setempat. (A-86/A-147)***\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-1468448619333640352?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib\u003dnews.detail\u0026id\u003d89632","title":"Lahan Perhutani Banyak Dijarah"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/1468448619333640352/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d1468448619333640352","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1468448619333640352"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/1468448619333640352"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/07/lahan-perhutani-banyak-dijarah.html","title":"Lahan Perhutani Banyak Dijarah"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-2757347121672030263"},"published":{"$t":"2009-06-11T17:30:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-11T17:30:45.179+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Panen Berlipat di Lahan Tandus"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2008/11/24/brk,20081124-147852,id.html\"\u003eSenin, 24 November 2008\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eTEMPO Interaktif, Edmonton\u003c/a\u003e: Musim kemarau yang panjang kini tak lagi menjadi masalah bagi petani. Riset yang dilakukan peneliti University of Alberta, Amerika Serikat, berhasil menemukan cara melipatgandakan hasil panen padi di sejumlah daerah terkering dan tandus di dunia. Jerome Bernier, calon doktor dari Departemen Ilmu Pertanian, Pangan dan Nutrisi di universitas tersebut, menemukan sekelompok gen beras yang memungkinkan hasil panen di wilayah yang tengah dilanda kekeringan parah meningkat sampai 100 persen.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003ePenemuan ini menandai pertama kalinya kelompok gen beras itu teridentifikasi. Riset Bernier ini juga berpotensi membantu para petani di sejumlah negara seperti India, Indonesia dan Thailand, yang sawahnya kerap dilanda bencana kekeringan. Nasi adalah makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi manusia tiap tahun.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eHasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmu tumbuhan Euphytica terbaru. Riset Bernier dimulai empat tahun lalu dan difoksukan pada padi dataran tinggi. Padi jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan mayoritas jenis padi lainnya, karena tumbuh di lahan kering yang tak digenangi air. \"Jika dihantam kekeringan, panen anjlok sampai hampir tak menghasilkan apapun,\" kata Bernier.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDia melaksanakan risetnya di International Rice Research Institute (IRRI) di Filipina, dan bekerjasama dengan peneliti di India. Bernier mengawali risetnya dengan 126 marker genetik dan mempersempit pencariannya ke sekelompok gen yang memiliki dampak sesuai harapannya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDalam kondisi yang amat kering, varietas padi dengan gen baru ini memperlihatkan produksi hampir dua kali lipat dibanding varietas yang tidak memiliki gen tersebut. Gen baru ini merangsang tanaman padi mengembangkan akar jauh lebih panjang, sehingga memungkinnya mencapai lapisan air yang tersimpan jauh di dalam tanah. \"Bagi petani yang mengandalkan sawahnya untuk memberi makan keluarga mereka, hasil panen tambahan ini bisa membawa segudang manfaat,\" kata Bernier.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eBerkurangnya panen yang gagal akibat kekeringan juga berarti adanya peningkatan suplai beras secara global, kata Dean Spaner, pembimbing proyek Bernier dan dosen ilmu pertanian, pangan dan nutrisi di University of Alberta.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eTJANDRA | SCIENCEDAILY\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-2757347121672030263?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/2757347121672030263/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d2757347121672030263","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2757347121672030263"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2757347121672030263"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/06/panen-berlipat-di-lahan-tandus.html","title":"Panen Berlipat di Lahan Tandus"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-2233586547779058782"},"published":{"$t":"2009-06-11T17:27:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-11T17:27:03.205+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Ketahanan Pangan Dianggap Belum Sentuh Rakyat Miskin"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/06/11/brk,20090611-181439,id.html\"\u003eKamis, 11 Juni 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eTEMPO Interaktif, Bandung\u003c/a\u003e: Staf Ahli Dampak Sosial Departemen Sosial Gunawan Somodiningrat mengatakan, sistem ketahanan pangan Indonesia belum menyentuh rakyat miskin. \"Pemerintah memang sudah menyediakan semuanya, tapi belum menyentuh masyarakat,\" ujarnya di Bandung, Kamis (11/6).\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut Gunawan, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan namun semuanya masih dinikmati orang-orang berduit. \"Padahal persoalan kita yang paling penting justru terletak pada kemiskinan,\" ujar guru besar ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada ini.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eGunawan mencontohkan, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digulirkan pemerintah habis dikonsumsi dalam waktu singkat. Padahal, bantuan itu harusnya digunakan untuk memancing tindakan ekonomi yang produktif. \"Misalnya, penerima BLT bisa berkumpul dan mengumpulkan uang mereka untuk membentuk koperasi,\" katanya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSalah satu penyebabnya lantaran pemerintah tidak menyiapkan pendamping sosial. Pendamping ini bisa membantu masyarakat miskin dalam hal advokasi dan edukasi saat memanfaatkan dana bantuan pemerintah. Masalah lain, pemerintah belum serius memperhatikan nasib petani. \"Jangan bicara soal keberhasilan ketahanan pangan jika petani kita belum sejahtera,\" tutur Gunawan.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Achmad Suryana mengakui masih adanya sejumlah masalah dalam program ketahanan pangan nasional. Salah satunya, kata dia, karena ketahanan pangan merupakan sistem yang kompleks. \"Ada 16 departemen yang terlibat di dalam sistem ini,\" ungkapnya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eApalagi, kata dia, pemantapan ketahanan pangan ke depan dinilai semakin sulit diwujudkan. \"Penyebabnya misalnya perubahan iklim global, penduduk yang terus bertambah, dan degradasi sumber daya lahan dan air,\" ujar Suryana.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eNamun ia mengaku pihaknya sudah menerapkan program aksi pemantapan ketahanan. Misalnya, kata Suryana, pemberdayaan petani melalui pengembangan usaha agribisnis pedesaan. \"Program ini sasarannya 10 ribu desa pertahun,\" ujarnya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eAda pula program pemberdayaan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) dengan sasaran 1.538 lembaga, Pemuda Membangun Desa dengan sasaran 1.570 orang, dan pengembangan Desa Mandiri Pangan dengan sasaran 1.234 desa rawan pangan di 350 kabupaten.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eRANA AKBARI FITRIAWAN\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-2233586547779058782?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/2233586547779058782/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d2233586547779058782","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2233586547779058782"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/2233586547779058782"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/06/ketahanan-pangan-dianggap-belum-sentuh.html","title":"Ketahanan Pangan Dianggap Belum Sentuh Rakyat Miskin"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-921627515907655327"},"published":{"$t":"2009-06-09T21:47:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T21:47:59.160+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Gizi Buruk Mentahkan Retorika Sukses!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.lampungpost.com/buras.php?id\u003d2009060623191615\"\u003eLampung Pos, Minggu, 7 Juni 2009\u003c/a\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eH. Bambang Eka Wijaya\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u0026quot;GEMURUH retorika sukses meningkatkan gemerlap citra politisi dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden, dimentahkan Maulana (5 tahun). Bocah bergizi buruk itu mengembuskan napas terakhir di RSUAM, 3 Juni!\u0026quot; ujar Umar. \u0026quot;Putra Muhammad Ansori (35 tahun), penarik becak asal Kotabaru, Panjang, Bandar Lampung, itu tak mampu menahan gerogotan kelaparan berlarut-larut!\u0026quot;\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Di ruang sama, berbaring Sukriya bin Khaeruddin (9 tahun) pasien gizi buruk asal Lampung Timur. Satu minggu hingga hari itu, ia tak sadarkan diri!\u0026quot; sambut Amir. \u0026quot;Kedua korban fatal puncak gunung es bejibunnya anak bergizi buruk itu klop sebagai cermin penderitaan warga kelas bawah kota dan desa yang tak teratasi oleh program-program jaring pengaman sosial (JPS) canangan Bank Dunia, dari raskin sampai BLT! Banyak warga miskin tak mampu menebus jatah raskin, hingga diambil pakai uang calo yang mengambil 10 kg dari 15 kg jatah berasnya per bulan! Atau BLT Rp100 ribu per bulan yang langsung diserahkan ke warung tempat utangnya menumpuk!\u0026quot;\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Berarti, sebagai ponstan penghilang rasa sakit sementara pun program-program JPS masih jauh dari memadai!\u0026quot; tegas Umar. \u0026quot;Bocah malang seperti Maulana dan Sukriya telah mementahkan keefektifan program-program simpul sukses politisi yang diekspose berlebihan dengan biaya iklan (yang pasti) amat mahal untuk meroketkan citra politisi! Sedang bahaya kelaparan larut di kalangan warga miskin, secara faktual bergelora mengiringi iklan-iklan sukses mengatasinya itu!\u0026quot;\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Namun begitu, bukan berarti program-program JPS itu tak perlu! Melainkan, itu saja jauh dari cukup!\u0026quot; timpal Amir. \u0026quot;Masih diperlukan program-program massif yang melibatkan kaum miskin dalam kelompok kerja terbatas di lokasi tempat tinggalnya untuk meningkatkan pendapatan riil secara kontinu, bukan berkala dengan jarak berbilang tahun--hanya tiap menjelang pemilu--yang terbukti letusan bencananya tak terkendali justru di musim pemilu! Bahkan, biaya iklan pencitraan sukses program itu bisa mengatasi letusan gejalanya jika uangnya dialihkan untuk tambahan konsumsi kelompok paling parah!\u0026quot;\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Tepat!\u0026quot; ujar Umar. \u0026quot;Dana berbagai iklan retorika sukses itu dialihkan untuk membentuk Posko Kelaparan di setiap lingkungan warga kritis, yang tugasnya setiap malam memonitor rintihan kelaparan dari rumah ke rumah--seperti Kalifah Umar bin Khattab! Setiap ada keluhan atau rintihan dari dalam rumah, petugas posko mengetuk pintunya lalu memeriksa, jangan-jangan sang ibu sedang menanak batu agar anaknya terlena dari lapar dan tertidur!\u0026quot;\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Iklan retorika sukses memang cuma menghibur para politisi yang membuat pembenaran sendiri kebijakannya!\u0026quot; tegas Amir. \u0026quot;Sedang warga miskin yang anak-anaknya kelaparan tidak menyaksikan iklan itu, karena tak punya televisi!\u0026quot; ***\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-921627515907655327?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/921627515907655327/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d921627515907655327","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/921627515907655327"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/921627515907655327"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/06/gizi-buruk-mentahkan-retorika-sukses.html","title":"Gizi Buruk Mentahkan Retorika Sukses!"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-7420996851607969634"},"published":{"$t":"2009-06-09T21:45:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T21:45:28.267+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"KAMPANYE: Gerindra akan Perjuangkan Pupuk Petani"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id\u003d2009033107281761\"\u003eSelasa, 31 Maret 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003ePESAWARAN (Lampost)\u003c/a\u003e: Partai Gerindra akan memudahkan petani mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. \u0026quot;Bukan seperti sekarang ini petani susah mencari pupuk. Kalaupun ada, harganya mahal,\u0026quot; kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam orasi politik kampanye terakhir Partai Gerindra di lapangan Desa Cipadang, Way Lima, Pesawaran, Minggu (29-3).\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut Ahmad Muzani yang juga caleg DPR daerah pemilihan Lampung 1, tingginya harga pupuk sangat merugikan petani, apalagi saat panen, harga padi anjlok. \u0026quot;Jika ini dibiarkan terus, petani akan makin melarat,\u0026quot; kata dia. Untuk itu, Ahmad Muzani berpesan agar masyarakat Lampung menyukseskan tanggal 9 April 2009 dengan mencontreng caleg dari partai besutan Prabowo Subianto ini.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Jangan lupa menconteng caleg Partai Gerindra untuk melakukan perubahan dan mendudukkan Prabowo Subianto menjadi presiden,\u0026quot; kata dia di hadapan ribuan pendukung partai berlambang burung Garuda itu.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eSelain dihadiri Ahmad Muzani, kampanye terakhir di Pesawaran ini juga dihadiri Sekjen Gerakan Muslim Indonesia Raya Habib Mahdi Alatas, Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim, dan Ketua DPC Partai Gerindra Pesawaran Firmansyah. Kampanye diramaikan penampilan artis dangdut dari Ibu Kota, seperti Mansyur S., Sofia Sinta, dan Wulandari. Ahmad Muzani juga mengingatkan pada 9 April 2009 ada lima tahap masyarakat dalam menuju perubahan. \u0026quot;Masyarakat datang menuju TPS, masyarakat mendaftar ke TPS, masyarakat menerima kartu suara, masyarakat menuju bilik suara dan masyarakat buka kartu suara conteng Partai Gerindra,\u0026quot; kata dia.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eAhmad Muzani juga menjanjikan jika Prabowo menjadi presiden berarti perubahan akan dicapai karena Partai Gerindra akan menyejahterakan para petani. n RLS/U-2\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-7420996851607969634?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/7420996851607969634/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d7420996851607969634","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/7420996851607969634"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/7420996851607969634"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/06/kampanye-gerindra-akan-perjuangkan.html","title":"KAMPANYE: Gerindra akan Perjuangkan Pupuk Petani"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-4686867849659261365"},"published":{"$t":"2009-06-09T21:44:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T21:44:22.649+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"LAMPUNG AGRO EXPO: Pupuk Organik Atasi Kelangkaan Pupuk"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca href\u003d\"http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id\u003d2009040309294128\"\u003eJum\u0026#39;at, 3 April 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eBANDAR LAMPUNG (Lampost)\u003c/a\u003e: Meski memiliki potensi bahan baku pupuk organik yang kaya, Provinsi Lampung belum memiliki pabrik pengolahan pupuk organik. Akibatnya, Lampung masih memasok kebutuhan pupuk organik dari daerah Jawa.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDirektur Utama PT Indonesia Agro Fertilizer (IAF) Hendro Prasetyo, ditemui di arena Lampung Expo 2009 di kampus Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Kamis (2-4), mengatakan perlu kerja sama antara perguruan tinggi, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), dan keseriusan pemerintah daerah untuk mendirikan pabrik pupuk organik di Lampung.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Lampung sering mengalami kelangkaan pupuk. Bila Lampung bisa memproduksi sendiri kebutuhan pupuk petani, mudah-mudahan kelangkaan pupuk bisa teratasi,\u0026quot; kata Hendro.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eMenurut dia, bahan baku pembuat pupuk organik seperti pupuk kandang, zeolit, tandan kosong sawit, dan ampas tebu banyak terdapat di Lampung. Bahan-bahan tersebut justru dijual ke pabrik pupuk organik di Pulau Jawa. Setelah menjadi pupuk, distributor pupuk Lampung membeli pupuk dari Pulau Jawa tersebut untuk dijual kepada petani.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSebagai distributor pupuk organik, PT IAF yang beralamat di perumahan Bataranila, Jalan Cempaka Blok C, Bandar Lampung, menyediakan pupuk organik, pupuk cair organik stimulan produk peternakan, biokompos, dan pupuk impor anorganik.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Pupuk-pupuk tersebut tersedia di Lampung Expo 2009 dan di kantor kami atau cabang PT IAf yang ada Jakarta, Semarang, dan Surabaya,\u0026quot; kata dia.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003ePupuk organik yang disediakan PT IAF, antara lain Polymor, SP Guano, dan Biogreen. Adapula Agrorama pupuk majemuk cair. PT IAF juga menyediakan stimulan untuk hewan ternak seperti sapi, ayam, ikan, dan lain-lain. Selain itu, penetralisasi limbah industri, peternakan, dan rumah sakit, serta biokompos.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003ePT IAF yang mengekspor pupuk Polymore hingga ke Malaysia dan Zimbabwe ini bekerja sama dengan perusahan-perusahaan perkebunan swasta dan peternakan di Lampung untuk memasarkan pupuk organik, vitamin untuk menambah hasil produksi, dan produk lain.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMenurut dia, penggunaan pupuk organik memiliki banyak keunggulan. Antara lain menjaga tanah sebagai media tanam menjadi tidak rusak. Dan bila tanah tersebut tidak dipupuk pada musim tanam selanjutnya, tetap bisa berproduksi.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eKeuntungan mengunakan Polymor misalnya, memenuhi kebutuhan unsur hara mikro dalam tanah, merangsang tanaman cepat buah, meningkatkan produksi tandan buah segar kepala sawit, meningkatkan volume getah dan rendemen pada tanaman karet. Pupuk ini juga mampu meningkatkan hasil produksi dan kualitas tanaman singkong dan meningkatkan jumlah bulir per malai 20%--30% untuk tanaman padi.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eSedangkan pengunaan pupuk cair Agrorama dapat merangsang pertumbuhan akar, batang, daun serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian organik. Pupuk ini juga mengurangi penggunaan 50% pupuk kimia. n CR-1/E-2\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-4686867849659261365?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/4686867849659261365/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d4686867849659261365","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4686867849659261365"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/4686867849659261365"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/06/lampung-agro-expo-pupuk-organik-atasi.html","title":"LAMPUNG AGRO EXPO: Pupuk Organik Atasi Kelangkaan Pupuk"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4762308977882651630.post-772165243797781780"},"published":{"$t":"2009-06-09T21:41:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T21:41:28.189+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"PERTANIAN: Pupuk Organik Tingkatkan Panen"},"content":{"type":"html","$t":"Rabu, 8 April 2009\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id\u003d2009040807020824\"\u003eKOTABUMI (Lampost)\u003c/a\u003e: Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara (Lampura) H. Irhansyah Thoib, mengatakan penggunaan pupuk organik di lahan pertanian mampu meningkatkan hasil panen padi dan hortikultura sebesar 2 persen\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eDia mengatakan itu saat membuka rapat kerja bulanan di Dinas Pertanian, Senin (6-4).\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eDalam rapat, Irhansyah menekankan kepada UPTD yang hadir tentang manfaat penggunaan pupuk organik karena memiliki nilai lebih. Selain ramah lingkungan, bahan dasar pupuk amat melimpah di sekitar warga.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003e\u0026quot;Yang dibutuhkan sekarang tinggal bagaimana petani mengolah dan memanfaatkan bahan baku tersebut,\u0026quot; kata dia.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u0026quot;Yang tak kalah penting, harga pupuk ini murah dan dapat dibeli petani dengan harga terjangkau,\u0026quot; ujarnya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003ePupuk organik adalah potensi yang belum tergarap maksimal di Kabupaten Lampung Utara. Dan bila penggunaannya dimaksimalkan, dapat sesuai program swasembada beras, khususnya untuk Lampung Utara.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eDi Kabupaten ini, kebanyakan petani padi dan hortikultura tergantung pupuk kimia. Pupuk kimia memiliki keunggulan mendongrak hasil panen dalam waktu singkat dibanding pupuk organik. Tapi bila melihat kelestarian lahan, jangka panjang akan terlihat jelas bedanya.\u003cbr\u003e \u003cbr\u003eMakin lama menggunakan pupuk organik, alam akan semakin subur. Berbeda dengan pupuk kimia, walaupun hasilnya melimpah lahan yang semakin lama semakin tergerus kesuburannya.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eHal senada diungkapkan Kasi pembibitan dan hortikultura, Murdoko. Menurut dia, padi yang menggunakan tambahan pupuk organik bersamaan dengan pupuk kimia terbukti meningkatkan hasil panen padi per hektare sekitar 2 kuintal tiap 5 tonnya. Atau, bila di lahan jagung ada kenaikan sekitar 2--5 persen per hektare. CHA/N\u003cbr\u003e \u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4762308977882651630-772165243797781780?l\u003dpembaruan-agraria.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/feeds/772165243797781780/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d4762308977882651630\u0026postID\u003d772165243797781780","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/772165243797781780"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/4762308977882651630/posts/default/772165243797781780"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://pembaruan-agraria.blogspot.com/2009/06/pertanian-pupuk-organik-tingkatkan.html","title":"PERTANIAN: Pupuk Organik Tingkatkan Panen"}],"author":[{"name":{"$t":"The Institute for Ecosoc Rights"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"03163958598702226190"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}}]}});